Saya ingin memberikan pandangan. Bahwa (secara teknis) orang tua bisa berusaha untuk membatasi akses anak-anaknya. Tetapi dalam kenyataannya paparan konten berahaya terhadap anak sangat sulit dibatasi, karena walaupun dibatasi di rumah, anak bisa saja mengakses konten tidak pantas tersebut di rumah temannya, misalnya. Smartphone yang memiliki koneksi internet juga merupakan gerbang akses konten berbahaya.
Semua langkah yang diutarakan di atas dapat dilakukan dengan satu kondisi, yaitu pengetahuan yang lebih baik dari yang dimiliki anak-anak. Karena itu, lebih penting bagi kita sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan moral yang baik agar anak bisa membentengi dirinya sendiri terhadap konten-konten yang tidak pantas. Tetapi yang namanya pendidikan, yang notabene adalah memberi contoh, siapkah kita?
Filed under: Artikel Internet, akses, bahaya, internet, konten, moral, pendidikan, smartphone

Komentar Terakhir